Jadwal Kebaktian Lihat Arsip

Jadwal Kebaktian : Minggu 05 Mei 2024

"SAHABAT YANG BERBUAH"

——— (Yohanes 15:9-17)

“Persahabatan bukanlah kesempatan, tapi tanggung jawab yang manis.”

Khalil Gibran

Quote dari Khalil Gibran ini menggambarkan indahnya, sekaligus tidak mudahnya sebuah
persahabatan. Indah, jika sebagai sahabat setiap pribadi menghayati bahwa persahabatan adalah
tanggung jawab yang manis. Artinya, persahabatan tak pernah bisa dilepaskan dari tanggung jawab
memberi atau melakukan sesuatu yang bermakna bagi seorang sahabat.
Bacaan kita hari ini Yohanes 15:9-17 mengingatkan kita akan makna mendalam sebuah
persahabatan. Dalam perikop ini, Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya, memberi perintah
bahkan ajaran tentang makna sahabat serta menguraikan esensi persahabatan sejati.
Pada perikop sebelumnya (1-8), dengan memakai metafor pohon anggur, Yesus mendorong
murid-murid-Nya untuk tinggal di dalam kasih-Nya, sama seperti Dia tinggal di dalam kasih Bapa.
Relasi ilahi ini menjadi landasan di mana semua persahabatan yang penuh makna seharusnya
dibangun. Pada perikop ini (9-17), Yesus mengemukakan paradigma persahabatan yang berciri kasih
yang rela berkorban, di mana seorang sahabat rela memberikan nyawanya untuk sahabatnya. Yesus
juga menyatakan kepada murid-murid-Nya, bahwa mereka adalah sahabat-Nya jika melakukan apa
yang Yesus perintahkan kepada mereka, yaitu “Hendaklah kamu saling mengasihi.” (17)
Saat kita merenungi ajaran yang Yesus sampaikan kepada para murid-Nya, kita pun dibawa
memasuki ruang refleksi apakah kita sudah menjadi sahabat bagi Yesus? Jika kita merasa sudah
menjadi sahabat bagi-Nya, sudahkah kita menjadi sahabat yang bertanggung jawab, sahabat yang
berbuah? Sudahkah di sepanjang kehidupan yang kita jalani sebagai pengikut Kristus, kita
melaksanakan atau mempraktikkan perintah Yesus dan mengisi kehidupan kita dengan ‘berbuah
lebat’, yaitu saling mengasihi?
Jika kita menemukan diri kita belum menjadi sahabat bagi Yesus, jangan tunda, mulailah dari
sekarang. Mintalah kepada Bapa surgawi dalam nama Yesus, agar kita menjadi sahabat yang berbuah.
Sahabat yang siap menyatakan kasih bagi siapa pun, yang senantiasa digerakkan oleh kasih ilahi.
Di dunia yang ditandai dengan relasi yang dangkal dan cepat berlalu, menjadi sahabat yang
berbuah tentu memiliki makna yang sangat besar. Kondisi seperti ini memberi ruang serta
kesempatan bagi kita untuk menjadi sahabat yang mencerminkan kasih serta pengurbanan Kristus,
persahabatan yang bertahan melewati berbagai ujian dan cobaan hidup, karena dilandasi oleh kasih
ilahi yang telah kita temukan di dalam Kristus.
Seperti ranting-ranting pohon anggur yang berakar kuat dalam pokok anggur, kiranya kita
tinggal kokoh di dalam kasih Kristus dan menghasilkan buah kasih yang tetap, sebagai bukti bahwa
kita adalah sahabat yang berbuah. Selamat menjadi sahabat yang berbuah. (JWP)

Pelayan Kebaktian