BAHAN PEMAHAMAN ALKITAB WILAYAH – MEI 2026
Dalam Injil Yohanes 14–16, berisi uraian pengajaran Yesus tentang Roh Kudus. Pada pasal 14 ini, Yesus sedang menguatkan dan meneguhkan hati para murid sebelum peristiwa penyaliban. Yesus memotivasi agar murid-murid sungguh-sungguh mengasihi-Nya dan taat kepada perintah-Nya. Yesus juga berjanji akan meminta kepada Bapa seorang Penolong yang lain supaya Ia menyertai mereka selama-lamanya. Kata meminta atau er?t?s? menunjukkan relasi yang dekat antara Yesus dengan Bapa. Ini bukan permintaan biasa melainkan sebuah permintaan yang penuh otoritas kasih dan kesatuan kehendak. Kata allon (“yang lain”) berarti “yang sejenis, setara, sehakikat” bukan berbeda jenis. Hal ini penting karena menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi yang sehakikat atau setara dengan Yesus. Sementara itu, istilah Parakl?tos (“Penolong”) juga berarti penghibur, penasihat, dan pembela.
Yesus mengungkapkan bahwa dunia “kosmos” tidak dapat menerima Dia (Roh Kebenaran). Kata Kosmos menunjuk pada sistem dunia yang menolak Allah. Dunia tidak mampu menerima karena tidak melihat dan mengenal-Nya. Sedangkan para murid sebaliknya. Mereka melihat dan mengenal Yesus secara personal. Yesus hidup bersama mereka. Bukan hanya “bersama,” tetapi “tinggal, menetap dalam” diri orang percaya dan “akan berada” menunjuk pada peristiwa yang akan datang yaitu peristiwa turun-Nya Roh Kudus (Pentakosta).
Yesus menjanjikan Penolong yaitu Roh Kebenaran agar para murid tidak merasa sendirian atau ditinggalkan seperti seorang yatim piatu. Dalam konteks budaya saat itu, anak yatim piatu merupakan simbol orang yang kehilangan perlindungan, bimbingan, dan kehadiran orang tua bahkan hidup tanpa pertolongan sama sekali. Yesus sangat memahami kondisi para murid sehingga Ia berjanji tidak akan meninggalkan mereka seperti seorang yatim piatu. Yesus berkata: “Aku akan datang kepadamu. Sesaat lagi dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu akan melihat Aku sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.” Itulah janji penyertaan yang diungkapkan oleh Yesus. Janji penyertaan yang nyata dan tidak penah berakhir.
Yesus juga mengingatkan para murid ketika waktu-Nya yaitu setelah kebangkitan dan Pentakosta. Setiap orang percaya yang telah menerima Roh akan memiliki pengenalan dan pengetahuan yang utuh tentang relasi antara Yesus dengan Bapa dan relasi Yesus dengan orang percaya. Relasi ini dijelaskan dalam tiga lapisan kesatuan sebagai berikut:
- Yesus di dalam Bapa → Menunjukkan kesatuan esensi antara Yesus dan Bapa (relasi ilahi).
- Orang percaya di dalam Yesus → Berbicara tentang persatuan orang percaya dengan Kristus.
- Yesus di dalam orang percaya → Menunjukkan kehadiran Kristus di dalam orang percaya melalui Roh Kudus. Artinya, bukan hanya kita berada di dalam Kristus, tetapi Kristus juga tinggal di dalam kita. Relasi ini menjadi nyata dan aktif, sehingga setiap orang percaya dapat mengalami kehadiran Allah secara pribadi setiap hari.
Janji penyertaan Yesus tidak hanya berlaku bagi para murid saat itu, tetapi juga bagi kita saat ini. Yesus menjanjikan penolong yang lain yaitu Roh Kebenaran dalam hidup kita. Terkadang kita percaya tapi juga
tetap merasa sendirian seperti seorang yatim piatu. Roh Kebenaran akan memberikan hikmat pada kita apa yang seharusnya kita lakukan. Juga menghibur dan menguatkan kita dalam menghadapi setiap persoalan kita.
PERTANYAAN REFLEKTIF:
- Mengapa Yesus menjanjikan Penolong yang lain yaitu Roh Kebenaran kepada para murid?
- Dalam kondisi apa kita mengalami kesendirian dan merasa tidak ada yang bisa menolong?
Apakah di saat itu, kita percaya pada janji penyertaan Yesus? Ceritakan pengalamanmu itu!
LAGU TEMA:
NKB 143 – ‘JANJI YANG MANIS’
Syair dan lagu: I Will Not Forget Thee; Charles H. Gabriel,
Terjemahan: E. L. Pohan
Janji yang manis: “‘Kau tak ‘Ku lupakan”,
tak terombang-ambing lagi jiwaku;
walau lembah hidupku penuh awan,
nanti ‘kan cerahlah langit diatasku.
Refrein:
” ‘Kau tidak ‘kan Aku lupakan,
Aku memimpinmu, Aku membimbingmu;
‘kau tidak ‘kan Aku lupakan,
Aku penolongmu, yakinlah teguh”.
Yakin ‘kan janji: “‘Kau tak ‘Ku lupakan”,
dengan sukacita aku jalan t’rus;
Dunia dan kawan tiada ‘ku harapkan,
satu yang setia: Yesus, Penebus.
Dan bila pintu sorga dibukakan,
selesailah sudah susah dan lelah;
‘Kan ‘ku dengarlah suara mengatakan:
“Hamba yang setiawan, mari masuklah”.
