BAHAN PEMAHAMAN ALKITAB WILAYAH – JUNI 2026


I. BELAS KASIHAN YESUS TERHADAP ORANG BANYAK. (MAT 9:35-38)

Injil Matius Pasal 9:35-38, menceritakan tentang Yesus yang berjalan keliling ke semua kota dan desa. Apa yang dilakukan oleh Yesus? Bukan berjalan-jalan santai tapi ada tugas mulia yang Yesus lakukan yaitu Ia mengajar (teaching), memberitakan (preaching) tentang Injil dan menyembuhkan (healing) orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan (Bdk. Ayat 35). Pelayanan Yesus, tidak hanya mengajar dalam rumah-rumah ibadat tetapi juga menyembuhkan penyakit dan kelemahan orang banyak saat itu, baik kelemahan secara fisik mapun sosial. Pelayanan Yesus ini mengajarkan kepada kita tentang makna dari pelayanan yang holistik. Pelayanan yang holistik (utuh) mencakup pemberitaan Injil, baik secara verbal maupun secara perbuatan, kepada manusia yang yang mempunyai persoalan kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, hukum, politik, lingkungan, dan persoalan lainnya. Hal ini yang ditunjukkan oleh Yesus dengan mengajar memberitakan Injil dan melenyapkan segala penyakit. 

menyembuhkan penyakit dan kelemahan orang banyak saat itu, baik kelemahan secara fisik mapun sosial. Pelayanan Yesus ini mengajarkan kepada kita tentang makna dari pelayanan yang holistik. Pelayanan yang holistik (utuh) mencakup pemberitaan Injil, baik secara verbal maupun secara perbuatan, kepada manusia yang yang mempunyai persoalan kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, hukum, politik, lingkungan, dan persoalan lainnya. Hal ini yang ditunjukkan oleh Yesus dengan mengajar memberitakan Injil dan melenyapkan segala penyakit.  

Pertanyaannya adalah apa yang menggerakkan Yesus memberitakan Injil dan menyembuhkan orang banyak? Belas kasihan! Ayat 36 menjelaskannya kepada kita: “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak memunyai gembala!” Yesus adalah sosok yang penuh dengan belas kasih. Hatinya selalu tergerak oleh belas kasih atas penderitaan yang dialami oleh manusia. Kata “tergerak oleh belas kasih”, dalam bahasa Yunani, Splagkhnizomai. 

Kata ini berakar dari kata splagchnon, yang artinya organ dalam tubuh (seperti usus, jantung, atau hati) Dalam budaya kuno (termasuk orang Yahudi), organ-organ ini dianggap sebagai pusat emosi. Jadi, ketika Yesus tergerak oleh belas kasihan, itu berarti bukan cuma perasaan iba/kasihan, tapi sebuah perasaan yang sangat kuat sampai terasa sampai pada kondisi fisik. 

Maka belas kasih (Compassion) Yesus merujuk pada kasih yang mendalam dari Yesus Kristus yang tidak sekadar perasaan iba melainkan juga empati yang menggerakkan Yesus untuk bertindak nyata menolong, menyembuhkan, dan menyelamatkan mereka yang menderita, terhilang, atau membutuhkan pertolongan. Perasaan dan tindakan belas kasih Itu juga yang harus kita miliki sebagai murid-murid Yesus untuk melihat, merasakan, dan melakukan sesuatu bagi mereka yang menderita. Pekerja yang miliki belas kasih inilah yang diharapkan oleh Yesus kepada kita para muridnya saat ini. Seperti kata Yesus, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada Tuhan yang punya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian-tuaian itu.” (Ay. 37-38) Pekerja-pekerja Tuhan yang miliki belas kasih seperti Yesuslah yang menjadi tugas panggilan kita saat ini.

PERTANYAAN REFLEKTIF:

Bagaimana cara Anda memiliki belas kasih seperti Yesus? Bagaimana anda mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari anda? 

II. YESUS MEMANGGIL KEDUA BELAS RASUL (MATIUS 10: 1-4)

Melihat penderitaan banyak orang pada saat itu, maka Yesus memanggil dan memberikan kuasa kepada kedua belas murid-Nya untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit. Para murid dipanggil untuk turut serta dalam pelayanan Yesus. Matius 10:1-4, mengajarkan bahwa panggilan Tuhan (inisiatif ilahi) tidak bergantung pada kesempurnaan manusia, melainkan pada kuasa Tuhan yang memampukan setiap orang percaya menjadi saksi-Nya di tengah dunia. Para murid (mathetes) kini menjadi rasul (apostolos) yang diutus melakukan pekerjaan Tuhan. 

Tuhan mengutus para rasul (Ayat 2-4) yang jika kita cermati berbeda latar belakang. Para murid tersebut adalah; Simon Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes (nelayan). Matius: seorang pemungut cukai. Simon orang Zelot (kelompok militan religius dan politis fanatik yang menentang keras penjajahan Kekaisaran Romawi) dan Yudas Iskariot: ditempatkan di urutan paling akhir dengan keterangan jelas "yang mengkhianati Dia". Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak memandang manusia dari status sosial, latar belakang profesi, dalam melakukan pelayanan tapi yang mau dan taat untuk diutus melayani mereka yang menderita.

PERTANYAAN REFLEKSI:

Menurut Anda, bagaimana agar para murid Yesus saat ini dengan berbagai perbedaan profesi dan latar belakang kehidupan dapat berkolaborasi dalam melakukan pelayanan kepada sesama? 

III. YESUS MENGUTUS KEDUA BELAS RASUL (MATIUS 10: 5-8) 

Setelah Yesus memanggil, Ia mengutus para murid. Dengan pesan; “Janganlah menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria (Ay. 5). Sekilas perintah ini mungkin mengagetkan. Bagaimana mungkin pekerjaan misi hanya dibatasi pada etnis tertentu? Untuk memahami persoalan ini kita perlu mengingat beberapa hal. Pertama, murid-murid baru berada pada tahap awal pengutusan. Pada tahap awal pengutusan sangat wajar apabila murid-murid hanya ditugasi untuk melayani di wilayah yang mereka kenal dan melakukan apa yang selama ini mereka sudah sering perhatikan. Kedua, Injil Matius mengajarkan bahwa rencana keselamatan dari Allah memang dimulai dari bangsa Israel dan kemudian untuk seluruh bangsa. Yesus disebut sebagai pemimpin yang akan menggembalakan umat Israel (Mat. 2:6). Tidak heran pada saat seorang perempuan Kanaan meminta pertolongan-Nya, Yesus berkata: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (Mat. 15:24). Walau demikian perempuan Kanaan pun akhirnya juga tetap mendapatkan pertolongan (15:28). Yang paling akhir dari Injil Matius, Yesus sendiri memberikan amanat agung yang mencakup mengabarkan Injil kepada segala bangsa (Mat. 28:19-20). Maka, pembatasan pada bangsa Israel sebaiknya dipahami sebagai prioritas, bukan eksklusivitas. Target misi tetap universal, tetapi dimulai dari target lokal dan regional. 

Tugas para rasul adalah memberitakan Kerajaan Surga sudah dekat (Ayat 7). Injil Matius lebih banyak menggunakan istilah Kerajaan Surga sebab Injil Matius ditulis kepada orang Yahudi yang tidak menyebut langsung nama Allah. Berbeda dengan Injil Markus dan Lukas yang memakai istilah Kerajaan Allah yang artinya sama dengan "Kerajaan Surga". Kerajaan Surga/Kerajaan Allah adalah: hadirnya pemerintahan Allah yang berdaulat dalam menghadirkan syalom/ damai sejahtera dalam kehidupan manusia. Kerajaan Surga adalah kondisi atau keadaan saat Allah memerintah sebagai Raja melalui kehadiran Kristus yang menghadirkan realitas Kerajaan Allah, dalam kehidupan umat manusia dalam pengajaran dan pelayananNya. Yesus juga membekali para murid dengan otoritas ilahi untuk memberitakan Kerajaan Surga sudah dekat, dengan tugas pelayanan: "Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan." (Ay.8). Berbagai tugas pelayanan para murid yang berlandaskan kuasa dan belas kasih Yesus, merupakan tanda-tanda Kerajaan Surga yang memulihkan manusia secara utuh (holistik). 

Pertanyaan diskusi:

1. Bagaimana Anda mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Surga dalam kehidupan anda sehari-hari? Bagaimana dengan pelayanan kasih di wilayah Anda, apakah telah menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Surga?

Usulan lagu

a. “Maju, Laskar Kristus” - KJ. 339: 1 dan 2

1) Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g'lap! Ikut salib Yesus,

sungguh dan tetap! Rajamu sendiri jalan di depan; majulah,

iringi panji cemerlang!

Refrein: Maju, lascar Kristus, lawan kuasa g’lap! Ikut salib Yesus,

Sungguh dan tetap! 

2) Saat dianjungkan panji Penebus,

kuasa Iblis mundur, dikalahkan t'rus.

Goncanglah neraka, kar'na mendengar sorak-soraianmu yaring menggegar. (Reff.) 

b. “Kita Harus Membawa Berita” - KJ. 426: 1 dan 4

1) Kita harus membawa berita pada dunia dalam gelap

tentang kebenaran dan kasih dan damai yang menetap, dan damai yang menetap. 

Refrein:

Karna g'lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t'rang.

Kuasa Kristus 'kan nyatalah, rahmani dan cemerlang.

4) Kita harus bersaksi di dunia tentang kuasa darah kudus.

Semoga yang masih sangsi terima Sang Penebus, Terima Sang Penebus. (Reff.)